NABI MUHAMMAD SAW DALAM KITAB SUCI HINDU

MUHAMMAD DALAM KITAB SUCI HINDU
Lima Bukti Kenabian Muhammad Dalam Hindu
Hampir semua agama mengenal konsep messianisme atau harapan terhadap Ratu Adil dan Sang Juru Selamat. Sebut saja dalam Islam dikenal Imam Mahdi atau Imam Muntadhar (bagi sekte Syi’ah). Ajaran Hindu juga mengenal konsep ini, dalam Hindu Imam Mahdi disebut Kalky Autar atau “Sang Avatar”,
yang diyakini sebagai inkarnasi dari dewa Wisnu. Konsep avatar ini ada dalam keempat kitab suci umat Hindu yakni, Veda, Upanishad, Purana, dan Brahmana Granth.Sungguh sangat menggemparkan ketika nama “Muhammad”, nabi umat Islam termaktub dalam kitab suci umat Hindu berabad silam jauh sebelum datangnya Taurat dan Injil. Dalam kitab tersebut, Muhammad disebut sebagai Sang Juru Selamat yang dijanjikan oleh Tuhan. Secara eksplisit Muhammad adalah Kalky Autar atau Avatar.
Pada tahun 1997, Profesor Pundit Vaid Parkash guru besar dari Alahabad University, India, yang juga menjadi pendeta besar kaum Brahmana, dalam bukunya yang berjudul Kalky Autar (Petunjuk Yang Maha Agung) terungkap sebuah statement yang menghebohkan kalangan intelektual Hindu di penjuru Dunia.
Sang Profesor secara terbuka dan dengan alasan ilmiah mengajak dan menyeru kepada umat Hindu untuk bergegas memeluk agama Islam dan mengimani risalah yang dibawa Muhammad. Menurutnya Muhammad adalah sosok yang dinantikan oleh umat Hindu sebagai Sang Juru Selamat. Bahkan Sang Profesor menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar umat Hindu, dan setelah diteliti dan dianalisa mereka menyetujui kebenaran penemuan tersebut.
Dalam kitab suci Hindu (Weda) ciri-ciri avatar sama persisi dengan ciri-ciri nabi Muhammad. Professor Pundit V P. menjabarkan hasil penemuannya tersebut:
1. ciri-ciri Kalky Autar dalam ajaran Hindu adalah bahwa Avatar akan dilahirkan di jazirah Arab. Hal ini tepat karena nabi Muhammad dilahirkan di jazirah Arab, tepatnya di kota Mekkah.
2. dalam kitab Weda disebutkan bahwa nama ayah Avatar bernama “Syanuyihkat”. Dalam bahasa Sansekrit “Syanuyuhkat” adalah paduan dari dua kata yaitu, “Syanu” yang berarti Tuhan atau Allah dan “Yahkat” yang berati hamba laki-laki. Dengan demikian “Syanuyihkat” bermakna hamba Allah, dalam bahasa Arab disebut “Abdullah”. Inipun juga sesuai dengan ayah nabi Muhammad yang bernama Abdullah ibn Abdul Muthalib.
3. dalam Weda dikatakan bahwa nama Ibu Avatar adalah “Sumeneb”, dalam bahasa sansekerta berarti “aman” dan dalam bahasa Arabnya disebut Aminah. Hal ini semakin memperkuat kenabian Muhammad, karena nama ibunda nabi Muhammad adalah Aminah.
4. dalam kitab Weda dituturkan bahwa Tuhan akan mengirim Utusan-Nya dari sebuah gua untuk mengajarkan “Kalky Autar”. Penuturan ini sesuai dengan peristiwa yang dialami nabi Muhammad. Beliau pertama kali menerima wahyu Illahi dari dalam gua,yaitu gua Hira. Wahyu tersebut sebagai pengukuhan bahwa dirinya adalah Nabi sekaligus Utusan Tuhan.
5. disebutkan dalam Weda bahwa Tuhan akan memberikan kepada Avatar seekor “tunggangan” yang larinya sangat cepat yang mampu membawanya menembus tujuh lapis langit. Peristiwa ini sesuai dengan kejadian yang dialami oleh nabi Muhammad ketika Isra’ Mi’raj. Seekor tunggangan tersebut mungkin adalah Buraq yang telah mengantar nabi Muhammad kehadapan singgasana Allah Swt. Hanya dalan waktu kurang semalam.
Tujuh tahun sebelum Profesor Pundit Vait Parkash mengemukakan analisanya, Dr. Z. Haq telah terlebih dahulu mempublikasikan hasil analisanya. Menurut Dr. Z. Haq keempat kitab suci umat Hindu yakni, Veda, Upanishad, Purana, dan Brahmana Granth telah meramalkan akan datangnya Muhammad Saw. Dalam manuskrip kitab Purana yang “dikompilasi” oleh Mahareshy Vyasa, pengarang kitab Gita dan Maha Barata.
Dalam salas satu jilid Kitab Purana yang berjudul “Bhavishya Puran” (Kisah Masa Depan) disebutkan bahwa nabi Muhammad sosoknya sesuai dengan yang terkisahkan dalam Prati Sarg Parv. di kitab itu dituturkan bahwa “seoorang Malechha (orang yang berasal dari negeri asiong dan berbahasa asing) yang merupakan guru keruhanian akan muncul bersama sahabat-sahabatnya”. Hal ini seseuai dan tepat dengan perjalanan nabi Muhammad, karena Sang Nabi ketika menyebarkan risalahnya dibantu oleh keempat sahabatnya, Khulafa’ al-Rasyidin, yaitu Abu Bakr, Umar ibn Khatab, Usman Ibn Affan, dan keponakannya Ali ibn Thalib..
Namun terlepas dari ini semua, ramalan atau nubuat adalah wacana profetis atau messianisme yang bersifat “simbolis” dan “metafopris”. Pembahasan mengenai nubuat atau profetisme merupakan kontemplasi kewahyuan yang meliputi sisi eksoteris dan esoteris kenabian, filsafat, logika, linguistic, sejarah, dan lain sebagainya.
Dengan termaktubnya sosok Muhammad dalam kitab Hindu dan juga kitab Injil, mungkin juga bila kita dan para intelektual melakukan analisa-analisa terhadap manuskrip-manuskrip kitab suci agama yang ada di dunia ini kemungkinan juga akan ditemukan sosok messiah yang ciri-cirinya hanya dimiliki oleh Nabi Muhammad. Hal ini semakin membuktikan dan memperjelas kebenaran risalah Ilahiah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw.
Sungguh sangat beruntung kita yang telah mengikuti al-shirat al-mustaqim yang ditunjukkan oleh nabi Muhammad Saw. Begitu amat malang dan celaka mereka yang jauh dan tersesat dari jalan kebenaran ini. Semoga Allah memberi petunjuk bagi “domba-domba” yang tersesat di ladang yang gersang dan fana’ ini. Amiiieen……..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: